Rabu, 22 April 2009

Cikapayang-ku yang Hilang



“RERUNTUHAN” KOTA BANDUNG (SEKARANG DAN DULU) :

Sebelah kiri pada gambar di kanan adalah Jalan Prabudimuntur. Kanannya, Jalan Surapati. Di atas runtuhan pepohonan ini, sekarang membentang jalan layang pasupati. Sedih, tapi sering juga lewat di atasnya. Tapi itu bukan alasan untuk terus-menerus menghancurkan lansekap kota ini. Sekarang, lembah siliwangi atau lebih dikenal sebagai Baksil (Lebak Siliwangi) yang kaya mata air (dan sebagian sudah menjadi Sasana Budaya Ganesa) terancam menjadi resort. Bayangkan, hancurnya tata air bawah tanah kota ini. AYO, KITA HENTIKAN KESERAKAHAN!!! (foto: Budi Brahmantyo)

6 komentar:

Asri mengatakan...

tepat di belokan Prabudimuntur-Ariajipang adalah bekas rumah kawan sy, yg dulu tempat kongkow siang2 sepulang sekolah.. adem nian disuguhi pemandangan hizau2, bersungai pula.. skrg apa daya sudah disulap jadi jembatan layang pasupati.. wakwaw!

Ruri Andayani mengatakan...

Ck-ck-ck...hebat babaturan kamu boga imah di dinya. Saya mah di bantaran Cikapundung hungkul babaturan teh, hihihi...

Asri mengatakan...

nu hebat mah kang Dada atuh, bisa bebas nuaran tangkal di mana wae.. wkakakak..

Ruri Andayani mengatakan...

Eeuuh...kan si Kang Haji Dada mah langsung bikin penggantinya as, dengan menanam SPBU di mana-mana..hihihi.

Unknown mengatakan...

tp sy termasuk org yg merasa cukup terbantu dgn adanya jln layang pasupati itu... gmn dongs?

Ruri Andayani mengatakan...

Niknok, gw bukannya anti pembangunan (asa pernah komen gini, di mana ya?), Tapi pembangunan itu harus disesuaikan dengan kesepakatan para stakeholder kota. Jangan karepe dhewe. Emangnya siapa yang setuju kalo di tengah kota Paris (Paris yang beneran) tiba-tiba mencuat jalan layang, melanggar tata kota yang sudah disepakati. Dah gitu, alesannya gagayaan pemimpinnya, sok pengen tercatat dlm sejarah. Najis dah....